Bokep yang bisa dibayar, apalagi dibayar dengan buku. Ga sudi lah yauw. Ini juga gara-gara kepepet. Kalo ga gara-gara tugas dikumpul besok, mana mungkin aku mau.
“Neng bapak entot sekarang ya. Udah ga tahan pengen ngeluarin peju bapak di memek neng” katannyasambil merenggangkan kedua belah pahaku lebar-lebar.
“Tapi pelan-pelan ya, pak. Aliah masih lemas nih. Tapi kunci dulu pintunya. Ntar ada masuk bisa berabe”Ujarku saat menyadari pintu perpustakaan masih terbuka.
Setelah mengunci pintu itu dari dalam dia lalu mengambil ancang-ancang. Dia berdiri didapanku, Paha kiriku diangkatnya dan disangkutkan ke pundaknya. Bokep Lalu dengan tangannya yang sebelah lagi memegangi batang kejantanannya dan diusap-usapkan ke permukaan bibir vaginaku yang sudah sangat basah. Ada rasa geli menyerang di situ hingga aku menggelinjang dan memejamkan mata.
Sedetik kemudian, aku merasakan penisnya mulai menyeruak ke dalam liang vaginaku. Aku menahan nafas ketika benda panjang itu kembali masuk kerongga kenikmatanku.
Bokep “Aaakkhh…!” erangku lirih sambil menggigit bibirku saat penisnya melesak masuk ke dalamku. Sesak. Penuh. Tak ada ruang dan celah yang tersisa. Daging panas itu terus mendesak masuk. Dia lalu menggerakkan pinggangnya naik-turun. Penisnya menggesek-gesek vaginaku dengan pelan dan lambat.
Ditariknya pelan kemudian didorongnya. Ditariknya pelan kembali dan kembali didorongnya. Begitu dia ulang-ulangi dengan frekewnsi yang makin sering dan makin cepat. Pak Yadi makin cepat dan makin keras mengocok vaginaku, aku sendiri sudah merem-melek tidak tahan merasakan nikmat yang terus-terusan mengalir dari dalam vaginaku Bokep.
Payudaraku bergoncang-goncang, rambutku terburai, keringatku, keringatnya mengalir dan berjatuhan di tubuh masing-masing.Kepalaku kugeleng-gelengkan ke kiri dan kekanan. Tangannya meraih kedua payudaraku dan diremas-remasnya dengan brutal. Bokep Keringatku bercucuran akibat sensasi nikmat.
Pak yadi menggerak-gerakkan pinggulnya dengan kencang dan kasar menghunjam-hunjam ke dalam tubuhku hingga aku memekik keras setiap kali kejantanannya menyentak ke dalam. Sungguh nimat yang kurasakan. Aku sudah bisa menerima permaianan kasarnya.
“Oooh… Terus Pak , enak banget… Yahhh!” aku tak kuasa untuk tidak mengekspresikan kenikmatan yang kurasakan dengan leguhan dan desahan.
Bokep Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian dia membalik tubuhku. Tubuhku dibalikkan telungkup diatas meja dan kakiku ditarik hingga terjuntai menyentuh lantai, sehingga kini pantatku pun menungging ke arahnya. Ia ingin pakai doggy style rupanya. Aku yang masih lemas hanya bisa mngangkat pinggulku sedikit ,sedangkan kepalaku tetap tertunduk dimeja. Sambil meremas pantatku dia mendorongkan penisnya itu ke vaginaku. ia menyetubuhiku dari belakang.
Dalam posisi seperti ini sodokannya terasa semakin keras dan dalam, badanku pun ikut tergoncang hebat, payudaraku serasa tertekan dan bergesekan di meja perpustakaan. Dia menggenjotku semakin cepat, dengusan nafasnya bercampur dengan desahanku memenuhi ruangan ini. Mulutku mengap-mengap dan mataku menatap kosong ketumpukan buku-buku dilemari. Beberapa menit kemudian dia menarik tubuh kami mundur beberapa langkah sehingga payudaraku yang tadinya menempel di meja kini menggantung bebas. Dengan begitu tangannya bisa menggerayangi payudaraku Bokep.
Tangannya kini dengan leluasa berpindah-pindah dari pinggang, meremas pantat dan meremas payudaraku yang menggelantung berat ke bawah. Bahkan sesekali ditamparnya pantatku,sehingga aku tak kuasa untuk tidak mengerang. 10 menit kemudian dia bahkan lebih memperhebat serangannya. Ia bisa dengan leluasa menggoyangkan tubuhnya dengan cepat dan semakin kasar Bokep.
“Paakk…, aakkhh…!”, aku mengerang nikmat, tubuhku mengejang hebat dan kedua tanganku mencengkram kuat pinggir meja itu.
Ya…aku telah orgasme. Cairan orgasmeku rasanya tertumpah semua membasahi selangkangan dan sebagian meleleh di pahaku. Lemas sekali rasanya, nafasku terputus-putus dengan posisi tubuh bagian rebahan di meja itu.
Namun si penjaga perpustakaan itu masih bersemangat menggenjotku, tenaganya lumayan juga pikirku. Baru sekitar lima menit kemudian ia melenguh mencapai orgasemenya. Ia mencabut penisnya dari vaginaku dan cret…cret, kurasakan cairan hangat tertumpah di pantat dan punggungku.
Bokep “Uuuhh…puas Neng…memek Neng emang yahud euy!” ceracaunya sambil mengocok penisnya mengeluarkan sisa spermanya. “Ini Neng…ditelen biar ga mubazir, enak deh!” katanya sambil menyodorkan jarinya yang belepotan sperma.
Aku membuka mulut serta-merta mengulum jarinya dengan gaya yang nakal. Kami berpelukan sejenak sambil sesekali berciuman sebelum akhirnya berpakaian kembali dan pria itu menyerahkan buku yang kubutuhkan padaku.
“Pokoknya Neng, kalau mau pinjem apa aja tinggal bilang ke Bapak, pasti Bapak usahain” katanya mengobral janji.
“Huuu…dikasih daging mentah aja lu baru baik, dasar mental pejabat!” omelku dalam hati.
“Iya, makasih ya Pak, Aliyah pulang dulu yah!” aku pamitan dengan memasang senyum manis padanya Bokep.
Itulah sepenggal kisahku dengan pak Yadi penjaga perpustakaanku. Bisa ditebak, sejak saat itu aku ga kesusahan dalam meminjam buku skripsi diperpustakaan. Walau terkadang aku harus melayani nafsuny. Itu tidak masalah buatku karena aku memang suka sex. Malah penjaga perpustakaan lainnya juga ikut menikmati tubuhku. Bokep Kami pernah bercinta 3 orang sekaligus dimana aku Pak Yadi dan seorang penjaga perpustakaan yang lainnya. Aku mereguk kenikmatan yang tinggi dengan menjadi bulan-bulanan pelampiasan nafsu keduanya